Seperti Ini, Sakit yang Merupakan Wujud Cinta Allah Pada Hamba-Nya

Diakui atau tidak kita sudah tahu bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan menguji hamba-hambaNya sebagai evalusi  ketulusan iman mereka kepadaNya.

Hamba-hambaNya yang sabar, yang sanggup bertahan, baik dalam susah maupun senang akan mendapatkan karunia dari Allah.

Oang seperti inilah yang  dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala.

Para shahabat berkata saat golongan ini sedang ditimpa sakit, “Demam sehari dapat menghapuskan dosa setahun”.

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Ath Thibb An Nabawi menafsirkan riwayat atsar ini dalam dua pengertian.

Pertama, penyakit demam itu meresap ke seluruh anggota tubuh dan sendi-sendinya.

Loading...

Jumlah tiap sendi-sendi tubuh ada 360. Sakit demam yang dideritanya dapat menghapus dosa sebanyak sendi-sendi tersebut.

Kedua, penyakit demam itu bisa mempengaruhi tubuh yang tidak akan hilang seratus persen dalam setahun.

Sebagaimana Sabda Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam, “Barangsiapa meminum minuman keras, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.

Sebab pengaruh minuman keras masih ada pada tubuhnya, pembuluh nadi, dan anggota tubuh lainnya selama empat puluh hari. Wallahu a’lam. Beliau mengakhiri perkataannya.

Kedudukan atsar dia atas dapat dipahami dan diterima walaupun Imam Ibn al-Qayyim  belum mengetahuinya.

Kita senantiasa mengingat do’a yang seringkali diucapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam saat beliau menjenguk orang sakit.

Beliau shallallahu ‘alayhi wa sallam senantiasa mengucapkan, “Laa ba’sa thahuurun, insya Allahu ta’ala”

Insya Allah sebagai penghapus dosa-dosa kita. Inilah yang dimaksud bahwa Islam memandang sakit bisa bermakna cinta Allah kepada kita sebagai hambanya.

Cinta dari Sang Ilahy agar hambaNya tidak mendapatkan azab di akhirat, maka Dia membersihkan segala noda dan dosanya di dunia. Ma syaa Allah.

Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam pernah bersabda: ”Sesungguhnya besarnya pahala (balasan) sangat ditentukan oleh besarnya cobaan.

Dan jika sekiranya Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji dan memberikan cobaan kepada mereka”. (HR. Tirmidzi dan Baihaqi).

Dari Abdullah ibn Mas’ud radhiyallahu ’anhu diriwayatkan bahwa ia menceritakan: Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda:

”Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan Allah hapuskan berbagai kesalahnnya, seperti sebuah pohon meruntuhkan daun-daunya.” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurayrah radhiyallahu ’anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda: ”Cobaan itu akan selau menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya,

pada diri anaknya ataupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)

Dan juga, Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda: ”Tiadalah kepayahan, penyakit, kesusahan,

kepedihan dan kesedihan yang menimpa seorang muslim sampai duri di jalan yang mengenainya, kecuali Allah menghapus dengan itu kesalahan – kesalahannya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang wanita datang menemui Nabi shallallahu ’alayhi wasallam, ia berkata: ”Saya mengidap penyakit epilepsi dan apabila penyakitku kambuh, pakaianku tersingkap. Berdoalah kepada Allah untuk diriku”.

Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda: ”Kalau engkau bersabar, engkau mendapatkan jannah.

Tapi kalau engkau mau, aku akan mendoakan agar engkau sembuh”. Wanita itu berkata: ”Aku bersabar saja”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ia menceritakan: Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda:”

Kalau seorang hamba sakit atau sedang bepergian, pasti Allah akan menuliskan baginya pahala seperti saat ia mengamalkan ibadah di masa masih sehat dan sedang bermukim.” (HR. Bukhari)

Syaikh Al Faqih Muhammad ibn Shalih Al-‘Utsaymin rahimahullah berkata:

”Apabila engkau ditimpa musibah maka janganlah engkau berkeyakinan bahwa kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu, sampaipun duri yang mengenai dirimu, akan berlalu tanpa arti.

Bahkan Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik (pahala) dan menghapuskan dosa-dosamu dengan sebab itu.

Sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.

Seyogyangan kita bersabar dan ridha dengan penyakit yang Allah berikan sebab dengan  bersabar, kita akan mendapatkan apa yang dijanjikan Allah.

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan.

Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. Az-Zumar: 10)

Menurut Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah sakit demam, sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Karena orang yang sedang demam tidak akan makan makanan buruk kemudian beralih pada makanan yang baik-baik.

Proses seperti ini sudah dikenal oleh para. Karenanya tidak heran jika Abu Hurayrah radhiyallahu ‘anhu pernah berkata,

“Tidak ada penyakit yang menimpaku yang lebih aku sukai daripada demam.

Karena demam merasuki seluruh organ tubuhku. Sementara Allah akan memberikan pahala pada setiap organ tubuh yang terkena demam.”

Tags: #Bentuk Cinta #Cinta Allah #Sakit Tubuh