Seperti Inilah Sakit yang Merupakan Ujian Dari Allah SWT

 

Manusia diciptakan dengan penuh kelemahan. Termasuk sakit. Tak ada manusia yang tak pernah sakit.

Ada banyak hikmah di balik setiap sakit yang manusia  alami. Tak layak manusia mengeluh, menggerutu, apalagi su’udzhan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam pernah menemui Ummu As-Saa’ib, beliau bertanya: ”Kenapa engkau menggigil seperti ini wahai Ummu As-Saa’ib?”

Wanita itu menjawab: “Karena demam wahai Rasulullah, sungguh tidak ada barakahnya sama sekali.”.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam al-Quran,

Loading...

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.i’uun”.” (QS. Al-Baqarah: 155-156).

Dalam ayat yang lain, Allah juga berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).

Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”. (QS. Al-Anbiyaa`: 35)

Seperti itulah Allah subhanahu wa ta’ala menguji manusia. Ujian itu guna mengevaluasi kadar  keimanan dan kesabaran seorang hamba kepada sang penciptanya.

Iman tak hanya sebatas ikrar dalam media  lisan, tapi harus teraplikasian dalam kehidupan oleh seluruh anggota badan.

Hamba yang beriman akan senantiasa Allah dengan ujian yang hebat dan penuh degnan kesengsaraan.

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?

,وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabuut: 2-3)

Ujian Allah tujuannya semata-mata agar hamba itu lebih baik keimanan dan kesabarannya.

Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda: ”Barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah, maka Dia akan menguji dan menimpakan musibah kepadanya”. (HR. Bukhari).

Dari Anas ibn Malik radhiyallahu ’anhu diriwayatkan bahwa ia menceritakan : Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda: ”Sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula.

Kalau Allah mencintai seseorang, pasti Allah akan memberikan cobaan kepadanya. Barangsiapa yang ridha menerima cobaanNya, maka ia akan menerima keridhaan Allah.

Dan barangsiapa yang kecewa menerimanya, niscaya ia akan menerima kermurkaan Allah”. (HR. Tirmidzi)

loading...
loading...

Tags: #Cobaan Allah #Sakit Bdan #Sakit Hati #Ujian Sakit