Shalat Sunnah Rawatib Muakkad, Jumlah dan Pengertiannya

933 views

Shalat sunnah rawatib muakkad tidak asing lagi ditelinga kita, namun sebagian dari kita tidak mengetahui ada yang dimaksud dengan shalat sunnah rawatib muakkad dan berapakah jumlahnya?

Jawabannya Adalah:
Pengertian Shalat Sunnah Rawatib Adalah shalat yang mengiringi shalat wajib, baik dilakukan sesudah puasa atau sebelum puasa.

Sebagian ulama membagi menjadi dua bagian yang sangat dianjurkan yang disebut mu’akkad yang tidak terlalu ditekankan yang disebut dengan ghairu mu’aakkad.

Disebut mu’akkadahadalah karena Nabi Muhammad senantiasa mengerjakannya hampir tidak pernah ditinggalkannya. Adapun tentang jumlahnya, para ulama berpendapat: menurut Pendapat Syafi’iyah dan Hanabilah, jumlahnya adalah 10 rakaat.

Yakni 2 rakaat sebelum duhur dan 2 rakaat sesudah shalat duhur. dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya’, dan dua rakaat sebelum Shubuh.

Hal ini berdasarkan kepada hadits Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, ia berkata:

Loading...
حَفِظْتُ مِنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم عَشْرَ رَكَعَاتٍ : رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ اَلظُّهْرِ , وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا , وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ اَلْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ , وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ اَلْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ , وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ اَلصُّبْحِ

“Aku menghapal dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam 10 rakaat yaitu: dua rakaat sebelum Dhuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah maghrib di rumahnya, dua rakaat setelah Isya’ di rumahnya, dan dua rakaat sebelum Shubuh.” (Muttafaq ‘Alaih)

Sedangkan pendapat Hanafiah, jumlah rakaat shalat sunnah rawatib mu’akkadah sebanyak dua belas rakaat.

Yakni empat rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat ba’da Maghrib, dua rakaat ba’da Isya’, dan dua rakaat sebelum Shubuh. Ini didasarkan hadits ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha,

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum Dzuhur.” (HR. Al-Bukhari)

Diriwayatkan Ummu Habibah Radhiyallahu ‘Anha berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda

مَنْ صَلَّى اِثْنَتَا عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي اَلْجَنَّةِ

“Barangsiapa melakukan shalat dua belas rakaat dalam sehari semalam niscaya dibangunkan sebuah rumah baginya di surga.” (HR. Muslim dan Al-Tirmidzi)

Dalam tambahan riwayat Tirmidzi ada hadits yang serupa dengan tambahan: “Empat rakaat sebelum Dzuhur, dua rakaat setelahnya dan dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya’, dan dua rakaat sebelum Shubuh.

Maka silahkan Anda memilih dari dua pendapat di atas. Namun jika bisa mengerjakan yang dua belas rakaat itu lebih utama. [voa-islam.com]

Tags: #Rawatib Muakkad #Shalat Rawatib #Shalat Sunnah Muakkad