Solusi Terbaik Bagi Pasangan yang Punya Masalah Adalah Pisah Sementara

828 views

Pisah sementara, atau hanya sekedar mengambil jarak untuk menenangkan hati dan perasaan yang dilakukan oleh pasangan suami istri untuk menemukan solusi terbaik atas masalah yang sedang mereka hadapi.

Tentu setiap pasangan pasti akan mengalami yang namanya masalah, entah yang dihadapi adalah masalah yang kecil atau besar.

Namun yang pasti setiap pasangan suami istri tidak akan terlepas dari yang namanya masalah. Menangkan diri sejenak demi mencari solusi terbaik adalah langah yang tepat namun harus tetap sesuai dengan syariat islam.

Hati-Hati Mengambil Jarak
Bagi pasangan yang sedang bermasalah dan sama-sama ingini intropeksi diri mereka memilih untuk pisah ranjang atau disebut dengan bereak demi mencari ketenangan dan solusi permasalahnnya.

Dikalangan psikologi, istilah pisah ranjang disebut dengan trial separation atau temporary separation yang artinya adalah pisah sementara.

Hal ini diterangkan oleh Sarwendah Indrarani, S.Psi, M.Psi, pengasuh situs psikologikita.com, hal ini diambil sebagai langkah untuk inropeksi diri untuk melihat kembali hubungannya dan sejauh mana komitmen pernikahannya.

Loading...

Pisah ranjang biasanya menjadi solusi terakhir ketika masalah yang ada sudah bertumpuk dan menjadi semakin besar juga sulit untuk diselesaikan.

Sarwendah megingtakan jangan menunggu masalah sampai besar untuk inropeksi diri. Lebih intropeksi diri secara teratur dan berkala mana ada permasalahan didalam rumah tangga.

Meskipun pisah ranjang adalah solusi terakhir akan tetapi tidak mudah dilakukan didalam pernikahan. Ada aturan syariat islam yang harus diperhatikan.

Contohnya, istri yang pergi dari rumah haruslah dengan izin suami. Nabi Muhammad melarang dengan tegas istri meninggalkan rumah tanpa izin suami sebab yang ada bukan menyelesaikan masalah namun semakin memperkeruh suasana.

Menurut Sarwendah yang menyelesaikan program S2 Profesi Klinis Dewasa di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini mengungkapkan bahwa pasangan yang meninggalkan rumah tanpa pamit terkesan lari dari kewajiban bahkan ia terlihat enggan untuk menyelesaikan masalah.

Terutama jika sudah memiliki anak maka tentu harus di pikirkan keadaan mereka yang berpisah sementara.

Harus dipikirkan mulai dari mengasuh mereka, bagaimana cara menyampaikan kondisi pernikahannya tanpa harus menyakiti dan harus mencari waktu yang tepat. Juga tetap harus merasa nyaman juga tetap merasa disayangi oleh kedua orang tuanya.

Jika ini adalah solusi terbaik dan yang terakhir untuk diambil maka syarat utamanya adalah suami-istri harus benar-benar sepakat tanpa adanya emosi juga bukan dengan cara yang spontan.

Selesaikan Masalah
Ternyata tidak hanya bagi pasangan yang sudah lama menikah yang mengambil langkah ini, pasangan yang baru saja menikah pun mengambil langkah ini hanya karena ada banyak permasalahan yang tidak disepakati bersama.

Butuh waktu yang lama memang dan tidak bisa dipastikan. Hal ini tergantung dari permasalahn yang diahdapi, jika masalahnya ringan maka cukup sehari atau beberapa hari saja lalu kemduian bahas dengan pasangan dengan suasa hati dan pikiran yang lebih tenang.

Menurut Sarwendah, jika permasalahnnya agak rumit maka dibutuhkan waktu yang lebih lama.

Selama pisah ranjang banyak hal yang harus dilakukan terutama adalah intropeksi diri sehingga memiliki kekuatan untuk mempertahankan pernikahan.

Selain itu juga bereak dilakukan demi memperkuat keinginann diri serta semakin memahami apa yang diharapkan didalam pernikahan.

Selama pisah ranjang maka sediakan waktu untuk bertemu pasangan untuk membahas masalah yang diahdapi. Jika terasa sulit maka lebih baik berkomunikasi lewat pesan atau chattingan.

Menurut sarwendah, pastikan komunikasi tetap terjalan dalam kondisi tidak emosiaonal serta memperjelas prioritas dan tujuan yang ingin dicapai dalam sebuah pernikahan.

Hal ini dilakukan oleh pasangan suami-istri, terutama dilakukan ketika bertatap muka, namun menurit srwendah lebih baik ada pihak ketiga yang menjadi fasilitas. Sebab orang ketiga dibutuhkan sebagai penengah bagi pasangan yang memanas.

Dengan kehadiran pihak ketiga maka pertemuannya akan menjadi lebih nyaman dan sesuai dengan tujuan pertemuan. Orang ketiga ini bisa ulama juga bisa konselor pernikahan atau lainnya.

Keharmonias kembali bagi pasangan suami istri yang break merupakan tujuan utamanya. Akan tetapi diakui oleh sarwendah bahwa kasus semacam kekerasan juga perselingkuhan didalam pernikahan rentan berakhir dengan perceriaan.

Hal ini disebabkan karena konflik yang berkepanjangan didalam rumah tangga sehingga menguras banyak emos juga tenaga sehingga dampak negatifnya terhadap anak-anak.

Ini Rambu-rambunya
Agar pisah ranjang juga langkah introspeksi diri menghasilkan kebaikan maka masing-masing pasangan harus mengikuti aturan berikut ini:

  • Buat harapan yang jelas juga realistis agar kedua pasangan bisa Saling mempertahankan kepercayaan
  • Samakan tujuan demi meningkatkan kualitas pernikahan, jangan sampai langkah yang diambil ini adalah cara untuk bercerai
  • Tetap menjaga komunikasi dengan segala sarana yang sudah ada. Jika tidak memeprtahanakna komunikasi maka yang ada hanya akan memperburuk hubungan, bahkan bisa jadi akan saling melupakan satu sama lain.
  • Jangan menjalin hubungan dengan laki-laki atau perempuan lain sebelum masalahnya benar-benar selesai agar tidak semakin memperburuk keadaan dan tidak semakin menyakiti pasangan juga menurutkan kepercayaan pasangan. [ummi-online.com]

Tags: #Break #Keluarga Bermasalah #Pisah Ranjang