Strategi Nabi Dalam Mengelabuhi Kafir Quraisy Saat Akan Hijrah

146 views

Ketika Nabi  SAW ingin hijrah ke Madinah, beliau bersembunyi di gua Tsaur dan mengatur strategi untuk mngelabuhi kafir Quraisy.

Ustadz Firanda Andirja mengutip buku Bekal Haji menjelaskan, Selama tiga hari Nabi SAW dan abu Bakar bersembunyi Gua Tsaur.

Gua ini berada di Jabal (qunung) Tsaur kurang lebih empat kilometer di sebelah selatan kota Makkah.

Adapun tingginya Gunung Tsaur sekitar 748 meter  celah di atas gunung atau semacam batu yang berlubang. Dan tinggi celahnya sekitar 1,25 meter.

Terdapat dua celah Gua Tsaur, celah di sebelah barat dan celah sebelah timur. Pada celah sebelah barat Nabi masuk ke dalam Gua Tsaur.

KOta tujuan Nabi dan Abu Bakar berhijrah adalah kota Madinah, kota yang ada di sebelah utara kota Makkah. Dan Nabi  mengatur strategi agar  mengelabui kaum Quraisy.

Loading...

Kebetulan pada waktu itu kafir Quraisy mengadakan sayembara siapa saja yang bisa menangkap Nabi SAW dan Abu Bakar, hidup atau mati, akan mendapatkan 100 ekor unta.

Selama tiga hari Nabi SAW dan Abu Bakar diam sembunyi di Gua Tsaur  supaya kafir Quraisy beranggapan Nabi SAW dan Abu Bakar berhasil lolos.

Para orang yang mencari Nabi jalan ke kota Madinah, Nabi SAW dan Abu Bakar tidak ditemukan disana.

Ternyata Nabi dan Abu Bkar masih di kota Makkah bersembunyi di Gua Tsaur.

Aisyah radhiyallahu anha berkata: “Kemudian, Rasulullah SAW dan Abu Bakar pergi ke gua di jabal (gunung) Tsaur.

Mereka pun bersembunyi di sana selama tiga hari. Abdullah bin Abi Bakar bermalam bersama mereka berdua.

Ia adalah seorang pemuda yang cerdas dan cepat paham. Ia meninggalkan mereka berdua pada waktu sahur,

dan pada pagi hari ia sudah berada di tengah-tengah orang-orang Quraisy (di pusat kota Makkah) seakan-akan ia bermalam di situ.

Tidaklah ia mendengar tentang satu berita pun yang berkaitan dengan rencana keburukan untuk mereka berdua (Nabi dan Abu Bakar) kecuali ia menghafalnya,

hingga jika telah malam, ia pun datang dan memberitahukan mereka berdua tentang berita tersebut” (HR Bukhari).

Walaupun Nabi dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsaur pada akhirnya pasukan berkuda Quraisy dan mata-matanya menemukan jejak Nabi dan Abu Bakar.

Dan mereka tiba di mulut Gua Hira, di atas gua. Kalau mereka melihat ke bawah, pasti  Nabi SAW dan Abu Bakar bisa mereka temukan.

Abu Bakar Radhiyallahu Anhu berkata: “Aku melihat kaki-kaki kaum musyrikin di atas kepala kami, dan kami sedang berada di gua.

Maka, aku berkata, “Ya Rasulullah, seandainya salah seorang dari mereka melihat ke kedua kakinya, ia tentu akan melihat kita di bawah kedua kakinya”.

Nabi SAW berkata, “Wahai Abu Bakar, apa persangkaanmu tentang dua orang, jika yang ketiga adalah Allah?” (HR Bukhari dan Muslim).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad),

sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah),

sedangkan dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, pada waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita.

Sesungguhnya Allah beserta kita”. Maka, Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya,

dan Alquran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. At-Taubah ayat 40).

Tags: #Musuh Nabi #Nabi Bersembunyi #Orang Kafir #Strategi Nabi