Suami Bisa Lupa Kewajibannya Jika Istri Mencari Nafkah

1353 views

Ketika sudah menikah seorang suami memiliki kewajiban penuh terhadap sang istri dan seorang istri sama sekali tidak memiliki tanggung jawab mencari nafkah untuk keluarganya.

Jika Sang suami alali dan sengaja tidak mencari nafkah maka ia termasuk kedalam golongan yang lali dan akan mendapatkan dosa besar.

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“… dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut …” (QS. al-Baqarah: 233)

“Bertakwalah kepada Allah pada (penunaian hak-hak) para wanita, karena kalian sesungguhnya telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Kewajiban istri bagi kalian adalah tidak boleh permadani kalian ditempati oleh seorangpun yang kalian tidak sukai. Jika mereka melakukan demikian, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakiti. Kewajiban kalian bagi istri kalian adalah memberi mereka nafkah dan pakaian dengan cara yang ma’ruf.” (HR.Muslim )

Namun tak sedikit seroang istri yang juga menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga juga mencari nafkah diluar kesibukannya menjadi ibu rumah tangga demi mencukupi kebutuhan keluarganya.

Mulai dari menjual makanan,warung, menerima pesanan dan jualan online.

Loading...

Didalam syariat islam, seroang istri itu tidak wajib mencari nafka, namun tidak dilarang juga ketika seorang istri bekerja.

Selama tidak melanggar ajaran agama islam maka diperbolehkan. Namun sayangnya ketika sudah lancara dan menghasilkan terkadang sang suami malah berpangku tangan dan semakin malas untuk mencari nafkah.

Sehingga melupakan kewajibannya sebagai suami untuk mencari nafkah dan bertanggung jawab atas keluarganya serta mencukupi segala kebutuhan keluarganya.

Ketika istri berhasil menjalankan bisnisnya lalu sang suami merasa tidak perlu memberikan uang untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

Mulai dari belanja, uang sekolah dan lain-lain. Meskipun tidak isampaikan secara terang-terangna sang suami melimpahkan tanggun gjawabnya kepada sang istri.

Bahkan sang suami bersikap abai karena sengaja membiarkan istrinya mencukupi kebutuhan dirinya bahkan sang suami tidak sedikitpun memberikan hasil kerjaannya.

Jika pun sang suami memiliki uang ia tidak memberikan kepada keluarganya, uang yang didapat dijadikans ebagai kepentingan dirinya.

Selama istri tidak melanggar aturan agama islam, maka sebagai istri boleh bekerja sampingan namun bukan berarti sang suami seenaknya meninggalkan kewajibannya.

Kecuali sang suami tidak mampu mencari nafkah misal sakit. Karena ketika sang suami tidak bisa mencari nafkah ada banyak istri yang merasa keberatan dan megeluh ketika harus mencari nafkah.

Akan tetapi ada suami yang justru semamin malas bekerja ketika memiki istri yang memiliki penghasilan sendiri. Sehingga ia berharap sepenuhnya kepada sang istri tanpa mau berusaha menafkahinya.

Ketika seorang istri bekerja maka uang hasil pendapatan istri sama sekali bukan hak suami. Suami tidak berhak meminta atau menikmatinya dengan catatan sang istri ikhlas memberikan kepada sang suami.

Walau pun sang sitri memiliki penghasilan sendiri, sang suami harus tetap menafkahi istri tanpa memepermasalahkan pendapatan istri.

Istri adalah hak suami, akan tetapi penghaslian istri bukanlah hak suami. Ketika adaistri yang memiliki penghaslian sendiri maka sudah semestinya sang suami harus tetap menjalankan kewajibannya.

Justru dengan istri memiliki penghasilan maka seorang suami harus bekerja lebih maksimal lagi. Semoga kebutuhan keluarga senantiasa mencukupi tanpa harus istri susah payah mencari nafkah. [ummi-online.com]

Tags: #Istri Bekerja #Istri Mencari Nafkah #Suami Tidak Menafkahi