Suami Istri dan Keturunannya Apakah Akan Dipertemukan di Akhirat?

689 views

Ajal manusia dalam kuasaan Allah, tak akan pilah pilih usia, yang tua lebih dulu yang muda setelahnya, tidak. Semua telah tertulis di lauhul mahfudz sebelum kita di lairkan. Juga pasutri Artinya seorang istri bisa saja ditinggal wafat suami. SAng Istri juga bisa sebaliknya bisa wafat duluan daripada suami. Dan si Istri boleh menikah lagi dengan laki-laki lain bila telah habis masa iddahnya. Demikian pula suami dapat menikah lagi dengan wanita lain.

Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT,


وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا ۖ فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا فَعَلْنَ فِي أَنفُسِهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan istri-istri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (beriddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS al-Baqarah [2]: 234).

Selain hal yang demikian itu, pada doa sholat jenazah salah satu kandungannya adalah agar yang meninggal dunia memperoleh ganti keluarga yang lebih baik dari keluarga yang ditinggalkannya. Termasuk dalam keluarga ialah suami yang lebih baik dari suami yang ditinggalkannya.

Hal tersebut berdasarkan hadis dari ‘Auf bin Malik, dia berkata, “Rasulullah SAW pernah menshalatkan jenazah dan aku menghafal di antara doa yang diucapkannya (artinya): ‘Wahai Tuhan, ampunilah dia, beri rahmatlah dia, maafkanlah kesalahannya, muliakanlah kedatangannya, lapangkanlah tempatnya, mandikanlah ia dengan air, dengan salju, dan dengan air yang dingin, bersihkanlah kesalahannya seperti dibersihkannya pakaian putih dari kotoran, dan gantilah tempat tinggalnya dengan yang lebih baik dari tempat tinggalnya di dunia, dan keluarga yang lebih baik dari keluarga yang ditinggalkannya di dunia, dan pasangan yang lebih baik dari pasangan yang ditinggalkannya di dunia, masukkanlah dia ke dalam surga, dan peliharalah dia dari fitnah kubur dan adzab neraka’.” (HR Muslim).

Dari ayat dan hadis di atas, Majelis Tarjih berpendapat apabila salah seorang suami atau istri meninggal dunia, terjadilah perceraian antara keduanya. Suami atau istri yang meninggal pun didoakan akan memperoleh pasangan yang lebih baik dari pasangan yang ditinggalkannya, sehingga ia hidup di dalam surga dengan penuh kenikmatan.

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah pernah di tanya soal ini. Menurut Majelis Tarjih ada peluang suami-istri di dunia akan kembali berkumpul bersama di akhirat kelak. Bahkan bukan hanya suami-istri namun juga anak cucu dengan syarat mereka semua dalam keimanan.

Loading...

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT,

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. ath-Thur [52]: 21).

Dari ayat ini dapat dipahami bahwa seorang mukmin saleh Dan keimanannya dan kesalehannya diikuti oleh anak cucunya, maka Allah akan mengumpulkan mereka di surga.

Dan Ayat ini memberikan kemungkinan bahwa suatu keluarga yang terdiri dari suami, istri, anak-anak beserta cucu dan buyut dapat berkumpul hidup dalam surga nanti, asal semuanya beriman dan beramal saleh.

Dan ada juga kemungkinan di surga mendapat pasangan bukan dari pasangannya waktu di dunia. Dan keadaannya mereka hidup dalam tempat yang penuh dengan kenikmatan.

Allah SWT berfirman,

إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ
هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ

“Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan pasangan-pasangan mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.” (QS Yaasin [36]: 55-56).

Sementara Syekh Sulaiman bin Shaleh al-Khurasyi dalam Ahwalun Nisa’ fil Jannah, berpendapat tidak ada penghuni surga yang melajang. Mereka akan mendapatkan pasangan masing-masing. Wanita yang suaminya wafat lalu tidak pernah menikah lagi hingga meninggal maka pasangannya di surga adalah suaminya di dunia.

Adapun wanita yang ditalak atau ditinggal mati suami kemudian menikah dengan lelaki lain, maka dia akan dinikahkan dengan suami terakhir. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi SAW, “Wanita mana pun yang ditinggal mati suaminya, kemudian si wanita menikah lagi, maka dia menjadi istri bagi suaminya yang terakhir.” (HR Thabrani).

Tags: #Anak Cucu #Pasutri Wafat #Suami Istri