Suami Sengaja Nelan ASI Istrinya Bagaimana Hukumnya?

498 views

Dalam keadaan menyusui kadang kala suami tak sengaja menelan air susu milik istrinya.

Dengan kondisi seperti itu makan muncul pertanyaan bagaimana hukumnya hal tersebut ada apakah suaminya menjadi saudara sepersusuan dengan anaknya?.

Dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud menyebutkan,

حَدَّثَنَا عَبْدُ السَّلَامِ بْنُ مُطَهَّرٍ أَنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ الْمُغِيرَةِ حَدَّثَهُمْ عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنٍ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ لَا رِضَاعَ إِلَّا مَا شَدَّ الْعَظْمَ وَأَنْبَتَ اللَّحْمَ فَقَالَ أَبُو مُوسَى لَا تَسْأَلُونَا وَهَذَا الْحَبْرُ فِيكُمْ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْأَنْبَارِيُّ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ عَنْ أَبِي مُوسَى الْهِلَالِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ وَقَالَ أَنْشَزَ الْعَظْمَ

Telah menceritakan kepada kami Abdussalam bin Muthahhar bahwa Sulaiman bin Al Mughirah,

menceritakan kepada mereka dari Abu Musa dari ayahnya dari Ibnu Abdullah bin Mas’ud dari Ibnu Mas’ud, ia berkata; Tidaklah (dianggap) persusuan kecuali yang dapat menguatkan tulang dan menumbuhkan daging.

Loading...

Abu Musa berkata; jangan kalian bertanya kepada kami sementara orang alim ini berada di antara kalian.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sulaiman Al Anbari, telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sulaiman bin Al Mughirah dari Abu Musa Al Hilali,

dari ayahnya dari Ibnu Mas’ud dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan makna yang sama dengannya, dan ia berkata; serta menumbuhkan tulang.

Pada hadis di atas, orang yang minum asi akan dianggap saudara susuan jika susu yang diminum memiliki kadar yang banyaknya dapat menguatkan tulang dan menumbuhkan daging.

Wildan Jauhari dalam buku Hukum Penyusuan dalam Islam menguraikan, yang menjadi ukuran bukan bayi menghisap puting, tapi meminum air susu.

Jika disusui, tapi tidak keluar ASI maka tidak masuk dalam kategori penyusuan menyebabkan kemahraman.

Maka Para ulama sepakat yang dapat menyebabkan kemahraman dalam susuan adalah jika sampai lima kali penyusuan atau lebih. Jika kurang dari itu maka ulama beda pendapat.

Menurtu Madzhab Hanafi dan Maliki cukup satu kali penyusuan sempurna sudah dikatakan mahram susuan.

Madzhab Syafi’i dan Hanbali mensyaratkan haruslah lima kali penyusuan.

Adapun penghitungan satu penyusuan adalah bayi menyusu hingga kenyang dan kenyangnya bayi biasa ditandai dengan tidur pulas.

Bila bayi melepas puting lalu menghisapnya lagi, itu bukan dianggap dua kali penyusuan, tapi tetap dihitung satu susuan.

Berdasarkan hadis Nabi SAW, “Penyusuan itu karena lapar.”

Dan umur anak susuan tidak lebih dari dua tahun. Berdasarkan firman Allah swt dalam QS al-Baqarah 233

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna.

Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut.

Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula.

Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya.

Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut.

Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Dala hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam al-Daruquthni, “Tidak ada penyusuan (yang mengakibatkan kemahraman) kecuali di bawah usia dua tahun.”

Tags: #Nelan ASI #Satu Maharam #Satu Susuan #Susu Ibu