Surat Umar bin Khattab Pada Abu Ubaidah yang Terpapar Wabah Saat Memimpin Pasukan ke Syam

Bagi setiap umat ada orang kepercayaannya, Dan orang kepercayaan dari umat ini Adalah Abu Ubaidah ibn Jarrah.” (Nabi Muhammad Saw)

Pada saat itu Abu Ubaidah bin Jarrah ada di kota Syam sedang memimpin kaum Muslimin.

Ia menoreh kemenangan  yang satu dengan  kemenangan yang lain. Dan pada  akhirnya Allah memberinya kekuasaan seluruh Syam sampai wilayah Furat bagian timur dan Turki bagian utara.

Di Negeri Syam sedang mengelami wabah sampar ganas. Belum pernah rakyat terkena wabah separah itu hingga tidak sedikit jiwa harus harus melayang.

Dengan demikian maka Umar ibn Khaththab menulis surat kepada Abu Ubaidah sebagai berikut:

“Aku punya keperluan yang tidak boleh tidak kecuali Anda yang harus mendampingi di sini.

Loading...

Bila surat ini sampai pada malam hari, kuharap Anda berangkat tanpa menanti pagi. Dan bila surat ini sampai pada siang hari, janganlah menunda hingga malam tiba.”

Karena menerima surat perintah dari umar  Abu Ubaidah membalas surat itu: ”Wahai Amirul Mukminin, aku telah memahami keperluan Anda.

Tetapi aku sedang berada di tengah-tengah kaum Muslimin yang sedang ditimpa malapetaka di Syam ini, dan tidak patut aku menyelamatkan diri sendiri.

Aku tidak mau meninggalkan mereka sampai Allah menetapkan takdir-Nya atas diriku dan mereka.

Bila surat ini telah sampai di tangan Anda, bebaskanlah aku dari perintah Anda dan izinkanlah aku tetap tinggal di sini.”

Usai  membaca surat tersebut, Umar ibn Khaththab menangis tersedu-sedu hingga orang yang disekitarnya bertanya gugup, “Apakah Abu Ubaidah wafat, Amirul Mukminin?”

“Tidak,” jawab Umar, “tetapi kematian itu dekat kepadanya.”

Dugaan Umar tepat sekali. Dalam waktu yang tak lama  Abu Ubaidah tertular penyakit sampar merenggut nyawanya.

Sebelum wafat  dia berpesan kepada seluruh pasukannya, “Saudara-saudara, aku ingin meninggalkan pesan yang bila kalian mengikutinya niscaya akan selalu dalam keadaan baik.

Pertama, dirikan shalat lima waktu.

Kedua, berpuasa Ramadhan.

Ketiga, kerjakanlah ibadah haji.

Keempat, berumrahlah.

Kelima, saling berwasiatlah satu dengan yang lain.

Keenam, patuhlah kepada pimpinan. Jangan menghianatinya.

Ketujuh, jangan terperdaya oleh dunia. Sesungguhnya andai ada manusia yang hidup sampai usia seribu tahun, dia tetap akan menemui kematian seperti yang kalian saksikan ini.”

Maka Abu Ubaidah berpaling kepada Mu’adz ibn Jabal. Abu Ubaidah berkata, “Wahai Mu’adz, pimpinlah kaum Muslimin dalam shalat mereka.”

Maka kemudian keluar ruh Abu Ubaidah.

Mua’dz segera berdiri dan berkata, “Wahai saudara-saudara, kalian telah dikejutkan oleh kematian seseorang, yang demi Allah aku belum pernah melihat orang yang seperti dia.

Dia baik, jauh dari kedengkian dan kejahatan hati, lebih mencintai akhir kehiduparmya, dan tulus mengabdikan diri demi kepentingan umum.

Mohonkanlah ampunan dan rahmat kepada Allah untuknya, semoga Allah mengasihi kalian….”

loading...
loading...

Tags: #Penakluk Syam #Sahabat Nabi #Terpapar Wabah