Sya’ban Datang, Ini Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

1807 views

Salah satu cara para ulama memuliakan bulan Sya’ban adalah dengan memperbanyak membaca Alquran.

Sebagaimana diketahui, kita memang dianjurkan membaca Alquran dalam setiap waktu, tanpa dibatasi waktu-waktu tertentu.

Akan tetapi anjuran membaca Alquran ini sangat ditekankan di waktu-waktu yang mulia dan diberkahi seperti bulan Sya’ban dan Ramadhan. Begitu pula di tempat-tempat mulia seperti di Mekkah dan Raudhah.

Beberapa sahabat Nabi Saw menamakan bulan Sya’ban sebagai bulan Alquran, misalnya sahabat Anas bin Malik. Ibnu Rajab al-Hambali meriwayatkan sebuah atsar dari Anas bin Malik yang menceritakan kesibukan para sahabat Nabi Saw ketika memasuki bulan Sya’ban. Salah satu aktivitas para sahabat tersebut adalah membaca Alquran. Anas bin Malik bercerita;

كَانَ اْلمُسْلِمُوْنَ اِذَا دَخَلَ شَعْبَانُ اِنْكَبُّوْا عَلَى المَصَاحِفُ فَقَرَأُوْهَا وَأَخْرَجُوْا زَكَاةَ اَمْوَالِهِمْ تَقْوِيَةً لِلضَّعِيْفِ وَالمِسْكِيْنِ عَلىَ صِيَامِ رَمَضَانَ

Artinya; “Kaum muslim ketika telah memasuki bulan Sya’bun, mereka mengambil mushaf-mushafnya kemudian membacanya. Mereka juga mengeluarkan zakat hartanya agar dapat membantu menguatkan orang fakir dan miskin untuk turut serta menunaikan puasa di bulan Ramadhan”.

Loading...

Dalam kitab Ma Dza Fi Sya’ban disebutkan, ‘Amr bin Qais al-Mala’i menutup tokonya pada bulan Sya’ban demi mengisi bulan tersebut dengan memperbanyak membaca Alquran.

Bahkan sebagian ulama salaf menamakan bulan Sya’ban dengan bulan Alquran, seperti Habib bin Abi Tsabit. Ketika memasuki bulan Sya’ban, dia langsung berseru, “Ini adalah bulan Alquran.

Salamah bin Kuhail juga mengatakan hal yang sama, dia berkata, “Dahulu bulan Sya’ban disebut dengan bulan Alquran”.

Kenapa para ulama salaf menamakan bulan Sya’ban dengan bulan Alquran? Tidak lain karena bulan Sya’ban adalah pengantar bulan Ramadhan.

Sebagaimana dalam bulan Ramadhan kita dituntut untuk sibuk dengan membaca Alquran, maka pemanasan aktivitas mulia tersebut sudah seharusnya dimulai sejak bulan Sya’ban. Bahkan Abu Bakar al-Balkhi memberikan perumpamaan bulan Sya’ban dan Ramadhan sebagai berikut;

شَهْرُ رَجَبَ شَهْرُ الزَّرْعِ ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سَقْيِ الزَّرْعِ ، وَشَهْرُ رَمَضَان شَهْرُ حَصَادِ الزّرْعِ

Artinya; “Bulan Rajab saatnya menanam. Bulan Sya’ban saatnya menyiram tanaman dan bulan Ramadhan saatnya menuai hasil.”

Dalam kesempatan yang lain, dia memberikan perumpamaan yang berbeda;

مَثَلُ شَهْرِ رَجَبَ كالرِّيْحِ ، وَمَثَلُ شَعْبَانَ مِثْلُ الغَيْمِ ، وَمَثَلُ رَمَضَانَ مَثَلُ المَطَر ، وَمَنْ لَمْ يَزْرَعْ وَيَغْرِسْ فِيْ رَجَبَ ، وَلَمْ يَسْقِ فِيْ شَعْبَان فَكَيْفَ يُرِيْدُ أن يَحْصُدَ فِيْ رَمَضَانَ .

Artinya; “Bulan Rajab seperti angin, bulan Sya’ban bagaikan mendung dan bulan Ramadhan bagaikan hujan. Siapa yang tidak menanam di bulan Rajab, lalu tidak menyiram tanamannya di bulan Sya’ban, maka jangan berharap ia bisa menuai hasil di bulan Ramadhan”.

Dengan begitu, ketika berada di bulan Sya’ban hendaknya kita mengikuti jejak para sahabat Nabi Saw dan ulama salaf, dengan memperbanyak membaca Alquran.

Tentu memperbanyak membaca di sini tidak selalu bermakna membaca Alquran dari awal surah al-Fatihah sampai surah terakhir al-Nas. Membaca surah al-Fatihah saja, atau surah al-Ikhlas saja, atau surah yang lain, jika dilakukan terus-menerus pun bisa dikategorikan sebagai memperbanyak bacaan Alquran.

Sumber: bincangsyariah.com

Tags: #Bulan Sya'ban #Keutamaan Sya'ban #Sebelum Ramadhan