Syarat Hewan Kurban

244 views

Bagi umat islam yang ingin melakukan kurban harus memastikan terlebih dahulu apa saja yang menjadi syarat untuk dijadikan sebagai hewan kurban.

Agama islam mengajurkan umat silam untuk menyembelih hewan kurban bagi yang mampu. Syariat pun telah mengatur kapan pelaksanaan kurban.

Sebagaimana yang dijelaskan di dalam al-Qur’an surat al-Kautsar ayat 2 juga disebutkan,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. al-Kautsar: 2)

Ibnu Katsir menafsirkan, “Maka kerjakanlah salat fardu dan salat sunatmu dengan ikhlas karena Allah dan dalam semua gerakmu. Sembahlah Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya dan sembelihlah qurbanmu dengan menyebut nama-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya.”

Hewan kurban disini berbeda dengan biasa yang terikat dengan syarat-syarat tertentu. Karena hewan kurban memiliki beberapa persyaratan yang harus dilakukan sehingga ibadah kurbannya sempurna.

Loading...

1. Jenis Hewan Kurban
Syarat pertama yang dijadikan hewan kurban adalah berternak, unta, sapi, kambing dan domba.

2. Usia Hewan Kurban
Syarat yang kedua umur hewan kurban itu sudah ditentukan syari,at. Usia hewan ternak yang boleh dijadikan hewan kurban adalah:

  • Unta minimal berusia 5 tahun dan telah masuk tahun ke-6
  •  Sapi minimal berusia 2 tahun dan telah masuk tahun ke-3
  • Domba berusia 1 tahun atau minimal berusia 6 bulan bagi yang sulit mendapatkan domba berusia 1 tahun. Sedangkan
  • kambing minimal berusia 1 tahun dan telah masuk tahun ke-2

3. Sehat Tanpa Cacat
Nabi Muhammad SAW merinci beberapa hal yang tidak boleh dijadikan kurban agar memenuhi syarat hewan kurban.

Jangan memilih hewan yang cacat, yang buta, yang sakit, yang pincang dan kurus tidak memiliki sumsum tulang. Pilihlah hewan kurban yang sehat.

4. Bukan Milik Orang Lain
Hewan kurban bukan didapat dari hasil curian, bukan hewan gadai dan bukan pula hewan warisan.

5. Penyembelihan Hewan Kurban
Hewan kurban sudah ditentukan syari’at menurut bnu Rusyd dari Madzhab Maliki didukung oleh Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah, dan Imam lainnya, penyembelihan dilakukan setelah salat Idul Adha.

Batas akhir pembelihan hewan kurban adalah ketika sudah terbenam matahari pada 13 Dzulhijjah. Sedangkan menurut Madzhab Syafii adalah 4 hari setelah Idul Adha.

Apakah Hewan Kurban Harus Jantan?
Tentang jenis hewan apakah kurban dan jantan belum dijelaskan suatu nash, baik Al-Qur’an maupun hadist belum ada keutamaan jenis kelamin hewan tersebut.

Akan tetapi para ulama mengqiyaskan jenis kelamin hewan kurban ini dengan hewan untuk aqiqah.

Menurut Imam An-Nawawi dalam Al-Majmū’ Syarḥ al-Muhadzzab, jenis kelamin hewan kurban dianalogikan dengan hadist yang menjelaskan kebolehan untuk memilih jenis kelamin jantan maupun betina.

“Dan diperbolehkan dalam berkurban dengan hewan jantan maupun betina. Sebagaimana mengacu pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Kuraz dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau pernah bersabda “(aqiqah) untuk anak laki-laki adalah dua kambing dan untuk perempuan satu kambing. Baik berjenis kelamin jantan atau betina, tidak masalah.” (Lihat: An-Nawawi, al-Majmū’ Syarḥ Muhazzab, Beirut: Dār al-Fikr, tt., j. 8, h. 392). [detik.com]

Tags: #Hewan Kurban #Syarat Hewan Kurban