Tarawih di Masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, Istirahat Setiap Selesai 4 Rakaat

638 views

Ketika Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA sebagai khalifah, solat tarawih masih sama tidak berubah. Yang Beda adalah posisi imam. Posisi imam yang yang selalu terjadi rotasi dari khalifah ke khalifah lainnya.

Di zaman Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA hitungan rakaat tarawih tetap 20 rakaat dan 3 witir, di laksanakan berjemaah di masjid. Sedangkan yang menjadi imam ia yang lulus dalam seleksi audisi sang khalifah.

Dalam kitab Sunan al-baihaqi, Imam al-baihaqi meriwayatkan bahwa Khalifah Ali RA memanggil para Qari’. Dan diantara Qori’ itu akan dipilih salah satu untuk dijadikan imam salat di Masjid Nabawi. Untuk menjadi imam tarawih yang 20 rakaat. Dan Solat witirnya, akan di imami oleh Khalifah Ali RA sendiri.

Perubahan Selanjutnya pada masa Khalifah Ali adalah format tarawih, yakni jeda istirahat.

Pada masa Umar RA menjabat tarwiih itu ada di setiap selesai 2 rakaat. Maksudnya adalah, dalam 20 rakaat, istirahat 10 kali. Sedangkan di zaman Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA format tarawih berubah. Sang khlifah mengizinkan tarwiih yang asalnya dalam 20 rakaat, maka menjadi 5 kali. Artinya tarwiih itu bukan setiap selesai 2 rakaat, melainkan setiap 4 rakaat.

Bukan hanya itu saja, Khalifah Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA pun merotasi Imam jamaah perempuan. Yang awalnya pada masa kepemimpinan Umar RA adalah Sulaiman bin Abi Hatsmah yang jadi imam, maka, di masa Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA menjadi khalifah, posisi imam jamaah perempuan ditugaskan pada ‘Urfujah.

Loading...
loading...
loading...

Tags: #Istirahat Jeda #Rotasi Imam #Tarawih Masa Ali