Tata Cara Mandi Haid

95 views

Bagi perempuan yang sedang menstruasi maka tidak diijinkan untuk melakukan kegiatan ibadah sampai masa haidnya selesai.

Jika tetap melaksanakan ibadah seperti shalat dan puasa maka ia akan mendapatkan dosa dan akan dibenci oleh Allah.

Sebagai perempuan wajib mengetahui bagaimana caranya mandi wajib setelah selesai hadi dan masa itu disebut dengan mensucikan diri agar kita bisa menghadap kepada Allah. Inilah niat, tata cara mandi wajib setelah haid:

1. Niat Mandi Wajib
Ketika perempuan ingin mandi wajib maka ia harus membaca niat terlebih dahulu karena tanpa niat kita tidak akan benar-benar berniat kepada Allah.

Ketika mandi setelah haid maka harus mengucapkan niat sebagaimana yang sudah diajarakan didalam agama islam tentang niat yang boleh diucapkan, baik diucapkan didalam hati mau pun lisan:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

Loading...

Latin:

Nawaitul Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbari minal Haidhi Fardhan Lillaahi Ta’aalaa

Artinya:
“Aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dari haid fardhu karena Allah SWT”.

Setelah membaca niat yaitu membersihkan badan kita karena perempuan yang menstruasi terbilang kotot. Kita harus membarsihkan diri dari najis yang menempel ditubuh kita.

Hal ini dikarenakan sebelumnya kita sudah mengelaurkan darah kotor yang harus dibersihkan sehingga agar kembali bersih.

2. Membersihkan Diri Dari Najis
Bagi perempuan yang sudah selesai dari haidnya maka ia wajib mandi bersih untuk membersihkan diri dari najis yang terdapat didalam tubuh kita.

Salah satunya yaitu dengan cara membersihkan kemaluan kita karena sebelumnya sudah mengelaurkan darah kotor.

Bisa menggunakan sabun atau daun bidara yang mana hal ini Nabi Muhammad pun menganjurkan kita untuk membersihkan najis dengan bersih.

Ternyata daun biadar memiliki manfaat natara lain:

  • Mengandung senyawa antibakteri
  • Mengandung senyawa antioksidan
  • Mengandung antiseptik
  • Bisa Memperbaiki sel-sel yang mengalami merusakan di dalam tubuh

Masih banyak lagi manfaat yang terkandung didalam daun bidara tersebut sehingga Rasulullah menganjurkan kita untuk menggunakan untuk membersihkan diri kita dari najis haid.

Namun jika tidak ada daun bidara, maka lakukan tata cara mandi wajib haid juga bisa menggunakan sabun agar bersih.

3. Berwudhu
Salah satu tata cara mandi wajib haid adalah berwudhu, walau wudhu memiliki bagian sunnah namun jika dilakukan akan menjadi lebih sempurna. Bahkan menurut Nabi Muhamma SAW yang intinya,

“barang siapa yang membaguskan wudhunya maka berjatuh-jatuhan dosanya. Oleh karena itu biasanya banyak wanita yang setiap kali mandi wajib karena haid selalu melakukan wudhu”

4. Menyiramkan Air Keatas Kepalanya
Dilandaskan pada hadits ‘Aisyah, agar semua tubuh bisa kembali bersih maka kita harus menyiram air ke atas kepala sambil mengosok-ngosok kulit kepala.

Ketika kita menyiramkan air keatas kepala ditujukan agar semua air bisa masuk kedalam pori-pori serta membersihkan rambut yang sudah kotor. Dan berikut dalilnya:

“Dari ‘Aisyah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)

5. Menyiramkan Air Ke Seluruh Tubuh
Selanjutnya adalah menyiramkan air keseluruh tubuh sebagaimana ketika kita mandi biasa.

Dalam hal ini kita harus benar-benar menguyurkan hujan keseluruh tubuh, tidak hanya itu saja kita harus menggosok-gosok bagian tubuh kita sampai bersih hingga kesela-sela terkecil sekalipun. Misal kuku, ketiak, jari tangan, kaki serta lubang dubur.

Dan cara mengerjakannya kita mulai dari sebelah kanan terlebih dahulu. Karena hal ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan muslim yang intinya, Rasulullah sangat menyukai seseorang yang memulai segala hal dari kanan terlebih dahulu.

Mulai dari menggunakan sandal, menyisir rambut, bersuci atau hal penting lainnya.

6. Memakai Wewangian
Setelah selesai mandi wajib, Rasulullah menganjukran kita untuk menggunakan wangi-wangian terutama bagian yang terkena darah ketika masa haid.

Demikianlah beberapa tata cara mandi wajib setelah haid. [niatpuasa.com]

Tags: #Mandi Haid #Tata Cara Mandi Haid