Tata Cara Menyambut Bayi Baru Lahir Menurut Syariat Islam

496 views

Anak adalah hadiah terindah yang berikan Allah kepada kita serta menjadi amanah yang harus kita jaga.

Menyambut kelahiran anak tentu menjadi hal yang paling mengharukan serta ada perasaan cemas juga rasa takut yang bercampur menjadi satu.

Banyak dari mereka yang melakukan persiapan mulai dari mempersiapkan nama juga mempersiapkan berbagai kebutuhan bayi.

Islam mengatur dengan baik bagaimana cara menyambut kelahiran buah hati sehingga tidak membingungkan suami-istri serta pihak keluarga dalam menyambut kelahiran buah hatinya.

Beberapa Hal ini yang Harus Dilakukan Untuk Menyambut Kalahiran Sang Buah Hati

1. Mendoakan
Memohon doa untuk memohon keberkahan serta kebaikan kepada anak serta orangtuanya. Inilah doanya:

Loading...
بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي المَوهُوبِ لَكَ , وَشَكَرْتَ الوَاهِبَ , وَبَلَغَ أَشُدَّهُ , وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

“Semoga Allah memberkahi anak yang dianugerahkan kepadamu, semoga kamu bisa mensyukuri Sang Pemberi (Allah), semoga cepat besar dan dewasa, dan engkau mendapatkan baktinya si anak.”

2. Mengazani Bayi Tepatnya di Telinga Kanan dan Iqamah di Telinga Kiri
Hal ini dilakukan agar bayi yang baru lahir dijauhkan dari segala gangguan setan yang terkutuk dengan mendengar kalimat yang tayyibah.

3. Mentahnik Bayi Dengan Cara Mengolesi Kurma Pada Mulut Bayi
Memasukkan lumatan buah kurma kedalam mulut bayi hingga semua bagian lulutnya terolesi oleh buah kurma hal yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Karena kurma mengandung glukosa yang sangat bagus bagi kesehatan bayi. Mengolesi kurma pada bayi ini disebut dengan mentahnik.

Mentahnik bayi ini bermanfaat untuk memperkuat otot-otat mulut bayi sehingga dengan demikian sang bayi akan kuat menyusu.

Karena ketika sang bayi kuat menyusu maka dengan izin Allah ASInya akan menjadi berlimpah dan lancar.

4. Memberi Nama yang Baik Untuk Sang Anak
Nama adalah pemberian orang tua yang menjadi tanda atau ciri dari anak tersebut. Dengan memiliki nama maka anak tersebut akan dikenal oleh orang lain.

Nama tidak hanya sebagai tanda pengenal diri namun juga sebagai doa sehingga dianjurkan untuk memberi nama sebaik mungkin karena kehidupan anak tersebut sedikit banyak juga dipengaruhi oleh nama.

5. Aqiqah dan Mencukur Rambutnya
Snnah ini suudah menjadi adat nusantara yang mana anak yang baru lahir akan dicukur dan melaksanakan aqiqah.

Di dalam kitab al-Istizkar disebutkan oleh Ibn Abdil Bar bahwa alasan mencukur rambut adalah untuk membuang kotroan bayi. Setalah pelaksanaan aqiqah tersebut barulah pencukuran rambut sang anak dilakukan.

Hal ini berdasarkan dari hadis dari Samurah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْغُلَامُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُسَمَّى وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih di hari ketujuh, diberi nama, dan dicukur kepalanya.” [bincangsyariah.com]

Tags: #Bayi Baru Lahir #Menyambut Bayi