Terjadi Gerhana Matahari Saat Wafatnya Putra Nabi SAW Membuat Masyarakat Berpikir Macam-macam

Saat Ibrahim anak Nabi SAW dari istri, Maria Al-Qibtiyah wafat, gerhana matahari  disaksikan masyarakat Arab persis terjadi sewaktu wafatnya putra Nabi.

Tak sedikit dari mereka bahkan yang mengaitkan terjadinya gerhana matahari itu merupakan tanda kematian.

KH Ahsin Sakho Pakar Ilmu Alquran menjelaskan, peeristiwa gerhana matahari pada saaat  hari kematian Ibrahim sempat dimaknai dengan hal yang tak masuk akal oleh masyarakat.

Seakan-akan  kematian ibrahim menandakan alam ikut berduka karena sampaigerhana matahari.

Karena menyaksikan masyarakat mengaitkan fenomena alam dengan kematian anak, Nabi pun bersabda:

“Inna as-syamsya wal-qamara aayataani min aayaatillahi. La yakhsyifani li mauti ahadin wa laa li hayatih. Fa idza ra-aitumuu huma fad-u illaha wa shallu,”.

Loading...

“Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah.

Tidaklah matahari dan bulan itu berkaitan dengan kematian ataupun kehidupan seseorang. Jika kalian menyaksikan kedua gerhana itu, maka sebutlah nama Allah dan dirikanlah shalat,”.

Betapa hebatnya Nabi mengalihkan perhatian masyarakat dari perkara yang dapat menjerumuskan mereka pada hal yang macam-macam.

Nabi menjelaskan  bahwa kedua benda langit itu punya siklusnya tersendiri. Umat Islam jika melihat fenomena alam tersebut pun dianjurkan untuk mendirikan shalat.

Tags: #Gerhana Matahari #Tanda Kematian #Wafatnya Putra Nabi