Ternyata Diterimanya Taubat Nabi Adam Karena Bertawasul Pada Rasulullah

 

Diterimanya taubat Nabi Adam ‘alaihissalam berkat baginda Rasulullah. Taubat Nabi Adam diterima Allah Ta’ala setelah bertawassul atas nama “Muhammad”.

Saat Nabi Adam danHawa dikeluarkan dari surga secara terpisah. Beliau termasuk Nabi yang menanti kelahiran Rasulullah pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah.

Menurut riwayat Ibnu Umar, saat keluar dari surga, Nabi Adam diturunkan di bukit Shafa, sedangkan Hawa di Marwah.

Dan menurut Ibnu Abbas, Nabi Adam diturunkan di India dan Hawa di Jeddah. Kemudian Mereka bertemu di Jabal Rahmah (Padang Arafah).

Ikhtiyar  dan taubat Nabi Adam diterima Allah pada 10 Muharram. Menurut riwayat dari Ibnu ‘Abbas, taubatnya diterima pada Hari pertama Dzulhijjah.

Loading...

Nabi Adam berdoa kepada Allah: “Ya Allah, hamba memohon kepadamu atas dasar kecintaanmu kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, ampunilah aku.”

“Dalam hadis riwayat Al-Baihaqi, Allah menanyakan darimana engkau tahu Nabi Muhammad  (sebenarnya Allah Maha Tahu).

Allah bertanya kepada Nabi Adam dan ini cara Allah mengajarkan keturunan Nabi Adam untuk mengenal Rasulullah.”

Beliau menjawab, “Ketika Engkau menciptakan aku, terlihat di tiang-tiang ‘Arsy lafadz:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ ٱللَّٰهِ‎

(Laa ilaha Illallah Muhamadur Rasulullah)

“Tidak ada satu pintu pun yang tidak tertulis lafadz itu. Tertulisnya nama itu setelah namamu ya Allah.”

Kemudian dijawab oleh Allah ‘Azza wa Jalla: “Kalau bukan karena cinta-Ku padanya (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) aku tidak ciptakan engkau ya Adam.”

Jalaluddin as-Suyuthi mengutip riwayat bahwa, Nabi Adam bertawassul dengan nama Muhammad sebelum beroda.

Beliau bermunajat: “Ya Allah, jika Aku memohon kepada-Mu dengan nama Muhammad, apakah Engkau sudi mengampuni dosaku?”

Allah menjawab, “Siapa Muhammad?”. Adam berkata: “Maha Suci Engkau, ketika Engkau ciptakan aku, aku tengadahkan wajahku menghadap arasy-Mu dan di sana tertulis kalimat لا اله الا الله محمد رسول الله,

maka Aku tahu bahwa tidak ada seorang pun yang lebih tinggi derajatnya di sisi-Mu kecuali dia yang namanya bersanding dengan nama-Mu.”

Allah menjawab: “Hai Adam, dia adalah Nabi terakhir dari keturunanmu. Jika bukan karena dia, aku tidak akan menciptakanmu”.

Sungguh betapa agungnya nama Nabi Muhammad hingga sebagai pelantara diterimanya taubat Nabi Adam.

Tags: #Adam Hawa #Buah Khuldi #Taubatnya Nabi Adam