Ternyata Hasil Ijtihad Bisa Salah, Ini Penjelasan Para Sahabat

76 views

Menurut para shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in bersepakat bahwa hasil ijtihad seseorang mungkin saja bisa menjadi keliru. I

Ima’  ini dihikayatkan oleh Al-Baji, Asy-Syirazi, As-Sam’ani dan lainnya.

Ijma’ adalah sebuah dalil yang digunakan para ulama dalam mengemukakan sebuah pendapatnya. Dalam ijtihad ulama, hanya satu adanya kebenaran dan pendapat lainnya keliru.

Sehingga dengan ijma’ ini, seseorang yang mengatakan bahwa seluruh mujtahid itu benar dalam ijtihadnya, maka dapat terbantahkan.

Ijma’ ini bisa  kita ketahui dari ijtihad para shahabat serta pengakuannya kalau ijtihad mereka mungkin keliru. Seperti pernyataan Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu tentang “al-kalalah”:

أقول فيها برأيي، فإن يكن صوابا فمن الله، وإن يكن خطأ فمني وأستغفر الله

Loading...

Artinya: “Saya mengatakan ini berdasarkan pendapatku. Jika benar, maka itu dari Allah. Jika keliru, maka itu kesalahanku, dan saya memohon ampun kepada Allah.” (Diriwayatkan oleh Ad-Darimi dalam Sunan-nya, Kitab Al-Faraidh, Bab Al-Kalalah)

Juga pernyataan ‘Umar radhiyallahu ‘anhu kepada sekretarisnya:

اكتب: هذا رأي عمر، فإن كان خطأ فمنه، وإن كان صوابا فمن الله

Artinya: “Tulislah: Ini adalah pendapat ‘Umar. Jika keliru, maka itu kesalahannya. Jika benar, maka itu dari Allah.” (Diriwayatkan oleh Ibn Hazm dalam Al-Ihkam)

Kemudian lagi dari  Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, saat beliau berbicara tentang “al-mufawwadhah”:

أقول فيها برأيي، فإن يكن صوابا فمن الله ورسوله، وإن يكن خطأ فمني ومن الشيطان

Artinya: “Saya mengatakan ini berdasarkan pendapatku. Jika benar, itu dari Allah dan Rasul-Nya. Jika keliru, maka itu dariku dan dari syaithan.” (Diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya)

Jika masing-masing ijtihad para shahabat pasti benar, pasti  mereka tidak akan mengatakan  kemungkinan pendapat itu keliru.

Dan jika sudah jelas benar maka tidak butuh penelitian dan diskusi dalam menemukan kebenaran yang sesungguhnya.

Jadi, dengan ini maka setiap persoalan yang diperselisihkan para mujtahid, yang sesuai fakta hanya satu, sedangkan sisanya adalah keliru.

Dan merupakan kabar baik bahwa meraka semua mendapatkan pahala, dan kesalahannya diberi uzur, jika cara dan ijtihadnya tidak menyimpang dari metode ijtihad yang benar.

loading...
loading...

Tags: #Hasil Ijtihad #Para Ulama #Salah Benar