Ternyata Nadzar Termasuk Hutang?

Nazar dalam  arti yang lebih luas adalah janji pada diri sendiri akan melakukan ini dan itu jika keinginannya bisa tercapai.

Menurut syariat, nazar berarti mewajibkan diri sendiri agar berbuat sesuatu atau tidak melakukannya dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Suatu ketika diceritakan ada seseorang yang melakukan nazar untuk melaksanakan haji.

Namun orang tadi  lebih dulu meninggalkan dunia sebelum nazarnya terlaksana.

Kemudian disampaikan dan ditanyakan kepada Nabi Muhammad SAW.

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي بِشْرٍ قَالَ سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُ إِنَّ أُخْتِي قَدْ نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ وَإِنَّهَا مَاتَتْ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كَانَ عَلَيْهَا دَيْنٌ أَكُنْتَ قَاضِيَهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَاقْضِ اللَّهَ فَهُوَ أَحَقُّ بِالْقَضَاءِ

Loading...

Dikisahkan Adam, Dikasihkan Syu’bah, dari Abu Basyr dia mengatakan, “Saya mendengar Said bin Jubair dari Ibnu Abbas RA berkata,

“Seorang laki-laki mendatangi Nabi Muhammad SAW dan berkata, “Saudariku bernazar untuk menunaikan haji, namun keburu meninggal.”

Maka Nabi Muhammad SAW bertanya, “Kalaulah dia mempunyai utang, apakah kamu berkewajiban melunasinya?”

Laki-laki itu menjawab, “Iya.”

Nabi Muhammad SAW melanjutkan, “Maka lunasilah (utang) kepada Allah, karena ia lebih berhak untuk dipenuhi.” (HR Al-Bukhari)

Rasulullah SAW memberi kita peringatan jiak bernazar untuk lebih mentaati Allah SWT agar memenuhi janjinya dengan taat kepada Allah SWT.

Sebab dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa nazar seperti utang.

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ مَالِكٍ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلَا يَعْصِهِ

Dikisahkan dari Abu ‘Ashim dari Malik, dari Thalhah bin Abdul Malik, dari Al-Qasim, dari Aisyah RA dia berkata,

“Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa bernazar untuk menaati Allah, taatilah Dia,

dan barang siapa bernazar untuk bermaksiat kepada-Nya, janganlah bermaksiat kepada-Nya.” (HR Al-Bukhari).

loading...
loading...

Tags: #Hukum Nadar #Janji Nadar #Orang Bernadar