Ternyata Sungai Nil Pernah Berubah Darah Karena Ulah Fir’aun

167 views

Ajaran yang dibawa Nabi Musa sangat merugikan pada  Raja dzalim, Firaun. Pada saat itu orang Mesir menganggapnya Fir’aun adalah tuhan.

Sedangkan ajaran Nabi Musa menjelaskan, tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah.

Makan banyak orang Mesir meninggalkan raja Firaun yang dzalim dan terkenal kejam.

Kemudian orang-orang mesir mulai menyembah Allah Swt. Dan Firaun mengumpulkan semua menteri di istananya mencari cara untuk memerangi Nabi Musa.

Dan Fir’aun berkata, “Umumkan ke seluruh pelosok negeri bahwa aku akan membuat bangunan yang tinggi sampai langit.

Di puncak itu aku akan memerangi Allah, tuhannya Musa!”.

Loading...

Para menteri fir’aun mengumumkan ha itu ke seluruh pelosok negeri Mesir. Firaun, akan naik ke langit dan akan memerangi tuhannya Musa!

Mengapa Allah tidak melaknat  orang yang sesat ini?

Dan Seorang arsitek ternama di Mesir bernama Hammam dipanggil menghadap Firaun.

“Buatlah sebuah bangunan yang sangat tinggi, secepatnya!” perintah Firaun.

“Baik, tuanku,” sahut Hamman.

Kemudian Hamman dan para pekerja segera mendirikan bangunan yang sungguh luar biasa tingginya.

Jika dilihat dari bawah, nampak bangunan itu seperti menusuk langit. Maka dari puncak bangunan itulah, Firaun beringinan  memerangi Allah.

Rakyat Mesir mulai terpengaruh oleh

Karena keberanian Firaun orang-orang mesir  mulai terpengaruh dan percaya kalau  Firaun adalah tuhan.

Sebab Dia berani menantang Tuhan Musa, dan  tuhan Musa tidak berani melawan Firaun.

Kemudian Allah Swt memberi peringatan dengan adanya  bencana alam di Mesir. Kelaparan dimana-mana. Hama-hama pun membabat habis tanaman.

Sungai-sungai banjir menghanyutkan apa saja, dan air sungai Nil berubah menjadi darah.

Dengan begitu orang mesir mulai tak percaya kalau fir’aun adalah tuhan.

Buktinya  Firaun tidak bisa apa-apa dengan adanya  bencana di  negerinya.

Orang-orang menemui Nabi Musa, seraya berkata, “Ya, Musa. Mintalah kepada Allah untuk menghentikan bencana ini. Kami percaya bahwa semua ini berasal dari-Nya,.”

Nabi Musa memohon kepada Allah supaya bencana itu diakhiri. Dan Allah mengabulkan permohonan itu, dan bencana pun mereda.

Dan pada khirnya juga mereka ingkar lagi pada Allah. Mereka  menyembah benda-benda  dan juga raja mereka, Firaun yang sombong.

Dan ketika pengikut fir’aun mengejar Nabi Musa, Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke Laut Merah.

Dan Laut pun terbelah. Itulah mukjizat Nabi Musa dengan izin Allah Swt.

Setelah Nabi Musa dan para pengikut ada di seberang, lautpun kembali  terhempas terisi air seperti semula.

Firaun bersama orang sesat tergulung oleh air laut. Allah menciptakan ombak dan membawa mayat Firaun dan hulu batangnya ke pantai.

Itulah akibat perbuatan orang-orang yang musyrik, sombong dzalim dan mengaku tuhan.

Tags: #Musuh Nabi Musa #Raja Dzalim #Raja Kejam #Sungai Nil