Tidur Ketika Duduk Dapat Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasannya

526 views

Tidur adalah suatu keadaan dimana seseorang berada didalam bawah sadar dan dapat dibangungkan dengan pemberian rangsangan sensorik atau dapat dirangsang dengan lainnya.

Menurut kitab Safinatun Naja karya Salim Ibn Sumair Al Hadrami, bahwa tidur dapat menyebabkan batalnya whudu.

Akan tetapi yang dimaksud tidur diatas alah tidur yang menyeluh dan lama. Lalu bagaimana hukumnya dengan tertidur ketika duduk ketika menunggu waktu imam shalat datang?

Kitab Fathul Qorib disebutkan disebutkan bahwa yang membatalkan whudu adalah tidur yang tidak berubah posisi.

Contohnya adalah ketika seseorang tidur diatas sajadah lalu terbangun dalam keadaan posisi duduknya tidka berubah maka tidak membatalkan wudhu.

Jika terbangun dalam keadan posisi duduknya tidak berubah maka whuduknya tidak batal. Tidur sebentar dan tidak menyeluruh seperti inilah yang tidak akan membatalkan wudhu.

Loading...

hadis diatas dari i Anas bin Malik bisa dijadikan referensi bagi kita, dimana para sahabat terdahulu menunggu waktu shalat hingga kepala mereka mengangguk-angkuk karena menahan kantuk.

Ketika mereka terbangun mereka langsung sholat begitu saja tanpa berwudhu kembali. Anas berkata,

ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻨﺘﻈﺮﻭﻥ ﺍﻟﻌِﺸﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﻋﻬﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭﺳَﻠَّﻢَ ﺣﺘﻰ ﺗﺨﻔِﻖَ ﺭﺅﻭﺳﻬﻢ ﺛﻢ ﻳُﺼﻠُّﻮﻥ ﻭﻻ ﻳﺘﻮﺿﺆﻭﻥ

“Sesungguhnya para shahabat radhiallahu anhu menunggu pelaksanaan shalat Isya pada masa Rasulullah sallalahu alaihi wa sallam sampai kepalanya terkantuk-kantuk, kemudian mereka shalat tanpa berwudu.” (HR Muslim)

Begitu juga yang diterangkan dalam Syarh Mumti’ala Zaadil Mustaqni, Syaikh Al Ustaimin mengatakan bahwa wudhu bisa batal karena tidur kecuali tidur yang sedikit ketika berdiri dan duduk.

Hal ini juga disampaikan oleh Imam Abu Suja yang menyatakan bahwa tidur yang bisa membatalkan whudu adalah posisi tidur yang berubah. Dalam Fathul Qarib disebutkan sebagai berikut:

والذي ينقض الوضوء ………النوم على غير المتمكن

“Dan yang membatalkan wudhu adalah …. tidur dalam keadaan tidak tetap.”

Sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa tertidur saat dduk atau tidur yang sedikit atau tidur yang tidak menyeleruh ketika posisi duduk maka hal tersebut tidak membatalkan wudhu.

Maka tak perlu khawatir ketika membaca Al-Qur’an atau berzikir terbangun saat iqomah berkumandang karena bisa langsung melaksanakan sholat dan tak perlu berwudhu kembali. [bincangsyariah.com]

Tags: #Duduk Lalu Tertidur #Membatalkan Wudhu #Tertidur