Tips Menanti Datangnya Jodoh Agar Tetap Bahagia

335 views

Tidak semua orang mudah menemukan jodohnya, Ada yang sudah berusaha namun belum dipertemukan juga. Maka hal ini adalah ujian dari Allah bagi seseorang yang tak kunjung dipertemukan dengan jodohnya.

Walau hal ini sudah menjadi ketetapan Allah namun kita harus memilih apakah ingin menanti dengan kebahagiaan atau merenung penuh kesedihan.

Lalu apa saja yang bisa dilkukan agar tetap merasa bahagia walau sedang menanti joodh yang tak kunjung datang juga?

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan tentunya lakukan beberapa kegiatan yang bermanfaat, tidak hanya bermnafaat bagi diri sendiri namun juga bermanfaat untuk sekitar.

7 hal yang bisa kita lakukan agar penantian kita bahagia walau sedang menanti jodoh yang tidak tahu kapan datangnya

1. Membahagiakan Orangtua
Jika belum bertemu jodoh maka tingkatkan bakti kepada orang tua sebab ketika sudah menikah walau harus tetap berbakti tentu baktinya sudah terbagi.

Loading...

Sebab yang belum menikah masih memiliki waktu untuk bersama orang taunya serta mengurus orang tuanya lebih baik dari pada yang sudah menikah. Allah berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا

“Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya …” (QS. al-Ankabut: 8)

Namun terkadnag konflik antara orang tua dan anak seringkali terjadi, terlebih lagi karena pertanayaan yang sering dilontarkan serta teguran yang membuat hai sang anak kesal dan kecewa.

Maka apapun yang ditanyakan orang tua apalagi hanya tentang jodoh lebih baik tunjukkan rasa sabarmu, sebab orang tuamu lebih sadar ketika mengurusmu.

Maka berusalaha untuk membahagiakna orang tua anda, jika dan sudah memiiki pekerjaan maka berilah sebagian dari penghasilan anda, sebab jauh lebih baik bersedekah kepada orang tua atau keluarga.

Apalagi orang tercinta, sesekali ajaklah mereka berwisata atau hanya sekedar makan bersama. Ingat, ridha orangtua adalah ridha Allah.

2. Mempelajari Al-Qur’an
Memperlajari Al-Qur’an adalah pilihan yang penuh dnegan berkah, mungkin kita semua selalu membaca Al-Qur,an akan tetapi kita belum sempurna mengusai tajwid dan lain semacamnya.

Maka sebelum menikah lebih baik gunakan waktu anda untuk mendalami Al-Qur’an. Yang dibutuhkan hanyalah keseriusan dalam mengikutinya, syukur-syukur jika dilanjutkan ke program tahfizh atau menghafal Al-Qur’an.

Hal ini juga sebagai persiapan untuk membangun rumah Qur,ani , jika kelak berjodoh dan memiliki anak maka kitalah yang akan mengajrkan Al-Qur,an terhadap mereka.

3. Menyantuni Anak Yatim
Berbagi jauh lebih diutamakan terutama berbagi pada anak yatim, tidak hanya utama melainkan mendatangkan kebahagiaan. Rasulullah bersabda,

Aku dan orang yang menanggung anak yatim, di surga seperti ini,” seraya beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah sambil merenggangkannya” (HR Bukhari)

Menyantuni akan yatim tentu sesuai dengan kemampuan kita. Bisa jadi kita selalu membiayai, juga bisa mengajark tinggal dirumah kita.

Sebab kita tidak pernah tahu doa siapa yang akan dikabulkan Allah. Siapa tahu doa anak yatim yang kita santuni yang dikabulkan Allah dan menjadi penyebab terbukanya segala kesulitan bagi kita.

4. Melanjutkan Pendidikan
Tak ada batasan usia untuk menunutut ilmu serta tak ada kata cukup untuk mencarinya. Jika memang bisa dan memungkinkan maka tak ada salahnya kita melanjutkan pendidikan kita ke jenjang yang lebih tinggi.

Jika kita bekerja, maka perlu dirancang sedekimian rupa antara kuliah dan kerja. Misalnya mengambil jurusan yang tidak menyita waktu dan tenaga serta kampus yang dekat dengan tempat kerja juga perhitungkan biaya pendidikan yang sesuai penghasilan.

5. Mempelajari Keterampilan Tertentu
Kita bisa mempelajari keterampilan atau hobi yang sesuai dengan kebutuhan kita saat ini atau bis ajadi nanti berguna ketika sudah menikah.

Seperti menjahit, memasak juga dengan hal-hal yang berkaitan dengan hobi, atau bisa jadi berkaitan dengan bisnis yang pasti hal-hal yang kita lakukan saat ini berguna untuk keluarga kelak.

Kita bisa mempelajari berbagai keterampilan yang tentunya kita enjoy dan senang ketika menjalaninya juga sesuai dengan keadaan dan keuangan yang kita miliki. Sebab rasa senang akan mempermudah kita belajar. Dan disamping itu kita juga ingin bahagia.

6. Merintis Bisnis
Walau sudah memiliki pekerjaan yang tetap namun tak ada salahnya jika mulai merancanakan bisnis apalagi jika berkeinginan akan tetap fokus diurmah ketika menikah nanti.Maka mulailah berbisnis terutama bisnis rumahan.

Mungkin awalnya memang sulit, butuh jatuh bangun namun dengan bekerja keras bisnis yang awalnya sulit dan hanya sampingan bisa jadi akan menjadi penghasilan yang menguntungkan dari pada pekerjaan tetap serta kelak akan membantu pereonomian keluarga.

7. Travelling
Betapa banyak tempat-tampat yang bisa kita datangi serta kita bisa melihat betapa indah ciptaan Allah SWT, sekaligus kita mempelajari kekuasaan Allah.

Bahkan didalam Al-Qur’an pun terdapat perintah Allah untuk melakukan perjalanan salah satunya di surat ar-Rum: 42,

سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلُ ۚ

“… bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu …” (QS. ar-Rum : 42)

Disamping setelah menikah kesempatan melakukan travelling akan terbatas, maka manfaatkan waktu sebelum sibuk dengan keluarga. Jangan melupakan aturan muslimah serta jangan abaikan saat bepergian. [ummi-online.com]

Tags: #Menanti Jodoh #Tips Menunggu Jodoh