Tips Untuk Istri Agar Setelah Menikah Tetap Bisa Mengembangkan Diri

217 views

Sebagai perempuan tentunya juga bisa berkembang setelah menikah, selama ada kemauan dan dukungan dari suami maka tentunya bisa mengembangkan dirinya.

Berikut untuk beberapa tips untuk kaum wanita agar tetap bisa berkembang setelah menikah nantinya:

1. Jangan Minder Dengan Kekurangan yang Dimiliki
Ketika kita memikiki kekurangan aka tak perlu merasa kurang percaya diri. Jadikan kekurangan sebagai ujian bukan untuk membunhuh karakter.

Sebagaimana cerita peserata yang tadi, kebetulan ia memiliki kakak laki-laki dan perempuan sehingga ia mengagumi sosok kakak perempuannya.

Disamping kakaknya cantik, pintar, mudah bergaul sehingga ia terlihat sempurna dimata adiknya. Sehingga berasumsi ingin seperti kakanya namun ia tidak bisa.

Prestasi yang dimiiki tidak menonjol dan tidak menjadi gadis populer, sehingga ia marah dan menyesal karena dirinya tidka sama dengan kakaknya.

Loading...

Padahal sebenarnya ia tidak terlalu jelek dan beberapa nilai mata pelajaran pun juga baik, ia juga memiliki banyak teman.

Namun karena ingin menjadi seperti kakaknya ia malah berada dibawah bayang-bayang sang kakak karena ia sangat mengaguminya.

Hingga muncul pikiran kenapa saya tidak seperti kakak yang hebat sedangkan saya tidak ada apaapanya jika dibanding dengan dia.

Sehingga membuatnya menjadi orang yang tidak percaya diri, selalu merendahkan diri sendiri, tidka bisa mengambil keputusan, selalu meras atakut gagal, sensetfi bahkan penyedih.

Perasaan yang demikian hingga bertahun-tahun dan membuatnya terlambat menikah, padahal sudah banyak pria yang meminangnya.

Ketika orang taunya mendesak dan mencarikan jodoh untuknya barulah dia menikah. Dan Alhamdulullah pernikahannya membawa berkah kepadanya.

Hingga pada akhirnya ia merasa sangat bersyukur karena memiliki suami yang sangat penyabar dan selalu brusaha membuatnya percaya diri.

Sang suami pun selalu berusaha menunjukkan ketulusan serta ada banyak karunia Allah yang ia berikan kepadanya.

Sang suami selalu berkata bahwa istrinya memang tidak seperti kakanya akan tetapi bukan tidak memiiki kelebihan. Ia menegaskan bahwa kelebihan yang dimiliki sang istri tidak dimiliki oleh sang suami.

Terlebih lagi ketika sang istri selalu membanggakan sang kaka dan selalu menghina dirinya sendiri. Biasnaya sang suami akan menjelaskan kelebihan apa saja yang dimiliki oleh suaminya.

Sebagai suami ia sangat baik, karena setiap orang terlahir dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing dan setiap orang harus menyadari akan hal itu.

Juga harus menyadari bahwa kekurangan yang dimiliki Allah berikan sebagai ujian apakah terus berusaha untuk memperbaiki diri dan menjadikan kelebihannya bermanfaat bagi orang lain.

Kethauiah bawha orang yan merasa rendah diri, menganggap dirnya tidak bisa berbuat apa-apa hanya karena merasa dirinya memiliki banyak kekurangan dan tak memiliki kelebihan, sehingga akan mengambat dia untuk berperan banyak pada lingkungannya.

Ia merasa menjadi beban, menjadi lebih berhati-hati dalam bertindak sehingga membuatnya sering melakukan kesalahan dan tak bisa berbuat apa-apa.

Allah SWT tidak emnyukai orang yang merendahkan dirinya sendiri, hingga Allah berfirman:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Dan janganlah kamu (merasa) lemah/[hina], dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.” (QS. Ali Imron: 139)

Allah juga mengisahkan kemurkaan-Nya kepada Bani Israil yang tak mau disuruh berperang bersama Nabi Musa AS.

Mereka merasa kekuatan mereka tak ada apa-apanya bila dibandingkan kekuatan musuh. Padahal, Allah telah menjanjikan pertolongan-Nya jika mereka mau mengikuti perintah Allah tersebut.

Akan tetapi mengubah sikap ini bukanlah hal yang mudah. Nabi Musa harus berusah payah membangun kepercayaan diri bagi ummatnya.

Yang mana kali itu Bani Israil terjangkit penyakit terjajah. Mereka merasa terhina, lemah bahkan merasa diirnya tak berdaya.

Sehingga Nabi Musa berusaha menanamkan keimana kepada Allah. Nabi Musa mengajarkan jika seorang hamba bertawakal kepada Allah maka Allah akan berikan kekuatan padanya.

2. Kembangkan Minat dan Bakat
Ketika seseorang tidak memiliki kepercyaaan diri, sulit untuk membangunnya maka yang ada hanya akan bersedih dan tidak tahu apa yang menjadi bakat dan minatnya.

Hal ini juga diraskaan oleh sang istri yang selalu membandingkan dirinya dengan kakanya. Ketika sang suami menyanjungnya iahanya merasa bahwa sanjungan sang suami itu hanyalah gombal saja.

Hingga pada akhirnya sang suami mendorongnya untuk melakukan minat dan bakatnya.

Suatu hari sang suami mengundang teman-temannya mengadakan syukuran dan sang suami menyuruh istrinya membuat kue dan hasilnya kue yang ia bua enak dan disukai oleh para teman-temannya hingga akhirnya banyak yang memesan kue kpeadanya. Baru dari situlah ia asyik membuat kue.

Dengan cara menemukan minat dan bakat maka akan menumbuhkan rasa percaya diri. Untuk menemukan minat dan bakat ini bisa jadi karena tak disengaja atau bahkan memang direkayasa.

Hingga sampai saat ini pun dia tidak tahu apakah suaminya merekayasa syukuran dan mengundang teman-temannya untuk membuat kue kecil itu.

Setelah itu yang harus dilakukan adalah mengembangkan bakat dan minat, meskipun ini cukup sulit sebab kita harus mengubah cara berfikir kita dan tidak boleh membandingkan diri kita dengan orang lain.

Yang harus kita tanam didalampikiran kita adalah dengan izin Allah aku akan mengembangkan apa yang aku miliki dan yang sudah menjadi kelebihanku.

Sebab dalam hal ini lingkuhan hanya bisa mendorong dan diri sendirilah yang harus menentukan.

Sang istri pun mulai berubah, dorongan untuk melangkah lebi manju pun semain tumbuh. Secara perlahan ia menemukan jati dirinya serta percaya bahwa Allah juga membeirkan kelebihan, apalagi ada sang suami yang berusaha menunjukkan kelebihannya.

Sehingga ia tak berhenti bersyukur sebab dirinya tak seburuk yang ia sangka, ia terlihat lebih bahagia serta berani dalam megambil keputusan.

Ia pun mulai aktif dalam kegiatan masyarakat . Sehingga ia hanya sibuk mensyukuri kebelihan yang Allah berikan. [ummi-online.com]

Tags: #Mengembangkan Minat Istri #Menumbuhkan Bakat Istri #Tips Mengambangkan MInat dan Bakat