Untuk Kaum Pria, Ini Amalan Sunnah Jika Ingin Melamar Calon Istri

747 views

Sebelum pria menentukan perempuan yang akan dijadikan sebagai pasangan maka dibutu proses pendekatan yang disebt dengan ta’aruf. Karena didalam tahap memilih pendamping, seorang pria harus memilih calon istir yang solehah. Ketika proses ta’aruf terbilang lancar dan semua belak pihak menyetujui maka barulah berlanjut pada proses lamaran.

Lamaran merupakan wasilah untuk memperkenalkan pasangan lelaki dan wanita yang akan melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Namun ada amalan sunah yang perlu diperhatikan bukan lantas melamar hanya karena sudah merasa cocok dan sama-sama disetujui oleh kedua belah pihak.

Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar menyebutkan amalan-amalan sunah tersebut sebagai berikut:

يُستحبّ أن يبدأ الخاطبُ بالحمد لله والثناء عليه والصَّلاة على رسول الله (صلى الله عليه وسلم) ويقول: أشهدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ اللَّه وحدَه لا شريكَ له، وأشهدُ أنَّ محمداً عبدُهُ ورسولُه، جئتكم راغباً في فتاتِكم فُلانة.

“Disunahkan seseorang yang melamar (baik diri sendiri atau wakilnya) membaca hamdalah, bersyukur pada Allah, membaca shalawat untuk Nabi. Setelah itu, bacalah asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh. Kami datang kepada keluarga bapak untuk melamar putri bapak (sebutkan nama putri yang di lamar).”

Loading...

Umumnya tradisi di Indonesia itu seorang pria membawakan cincin atau perangkat lainnya sebagai simbol bahwa wanita yang diberi cincin tersebut sudah dipinang. Hal ini juga disunahkan sebagaimana keumuman tekstual hadis Nabi riwayat Abu Hurairah berikut:

تَهَادَوْا فَإِنَّ الهَدِيَّةَ تُذْهِبُ وَحَرَ الصَّدْرِ

“Saling berkirim hadiah lah kalian, karena saling mengirim hadiah itu dapat menghilangkan saling curiga di dalam hati” (HR at-Tirmidzi).

Hadis diatas menerangkan bawha, Tidak hanya seorang pria yang dianjurkan untuk memberi hadiah, namun ada anjuran untuk saling memberikan hadiah satu sama lain, walau hanya dengan hadih yang sedkiti.

Hadiah tersebut untuk menanamkan rasa saling cinta dan menghilangkan rasa curiga. Tidak perlu mahal apalagi besar, berikan hadiah sesuai standar kelaurga wanita yang akan dilamar.

Selain itu, menurut Syekh Wahbah al-Zuhaili, rahimahullah, dalam pendapat yang kuat, apa yang diberikan oleh pria kepada wanita saat lamaran itu adalah hak sepenuhnya milik wanita, walaupun seandainya lamaran tersebut tidak sampai melangkah ke jenjang pernikahan.

Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari ‘Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya yang mendengar Rasulullah Saw. bersabda:

أيما امرأة نكحت على صداق أو حِبَاء (عطاء) أو عِدَة قبل عصمة النكاح، فهو لها، وما كان بعد عصمة النكاح فهو لمن أعطيه» وذهب إلى هذا عمر بن عبد العزيز والثوري وأبو عبيد ومالك، والهادوية من الزيدية

“Setiap wanita yang menerima mahar, hadiah (yang bukan bagian dari mahar), pemberian pengganti idah, sebelum terjadinya akad nikah maka semuanya itu adalah milik wanita. Namun bawaan yang dibawa pihak pria setelah terjadinya nikah, maka itu milik keluarga wanita” (HR Abu Daud). Pendapat ini diikuti oleh Umar bin Abdul Aziz, al-Tsauri, Abu Ubaid, Malik, dan Zaidiyyah.

Bawaan tersebut biasanya berupa perabotan rumah tangga dan lain sebagainya. Biasanya, bawa-bawaan tersebut digunakan oleh kedua mempelai ketika nanti sudah nikah. Namun, ada juga pihak keluarga wanita yang mensyaratkan membawa uang sejumlah tertentu.

Apabila pihak pria menyanggupi dengan syarat tersebut, dan sudah terjadi akad nikah, maka pihak pria tidak boleh menuntut kembali uang tersebut apabila di kemudian hari terjadi perceraian.

[bincangsyariah.com]

Tags: #Amalan Sunnah #Calon Suami #Melamar Wanita