Wahai Istri, Suamimu Bukan Ahli Baca Pikiran, Ungkapkan Jangan Main Kode-kodean

1638 views

Yang harus diperhatikan oleh pasangan suami istri adalah komunikasi. Jika komunikasi diantara keduanya baik dan selalu dijaga dengan baik maka Insya Allah hubungannya akan bahagia. Hal yang paling bisa membuat pasangan merasa terganggu hingg menimbulkan prasang yang buruk adalah salah paham.

Belum ada bukti sudah beranggapan bahwa hal tersebut benar. Ketika suami menunjukkan gelagar yang mencurigakan misahlnya istri langsung berasumsi dan mencurigai.

Untuk itulah dibutuhkan keterbukaan antara keduanya, agar tak ada hal-hal yang disembunyikan sehingga banyak cerita yang tak disampaikan ujung-ujungnya salah satu satu pihak akan menduga-duga dan akhirnya membuat perselisihan bisa tercipta.

Perempuan itu cenderung ingin dimengerti tanpa harus menjelaskan. Ingin diketahui tanpa harus memberi tahu, sayangnya perempuan sering lupa bahwa pasangan kita bukanlah ahli pembaca pikiran.

Mana mungkin suami akan mengerti atau tahu apa yang di rasakan jika dia tidak bilang. Suami akan merasa kebingungan jika istrinya mendiamkan seharian tanpa ada alasan.

Ingatlah wahai istri, suamimu tidak akan pernah tahu kemauan istrinya jika istrinya bungkam dan tidak mau berbicara. Suamimu tidak pernah tahu bahwa yang kamu inginkan adalah kata maaf dan meminta maaf kepadamu karena ia tidak sadar kesalahannya apa.

Loading...

Semua itu hanya karena komunika yang kurang terbuka sehingga akan menimbulkan salah paham dan perselisihan.

Berikut 4 kesalahan komunikasi yang sering dilakukan istri dan cara mengatasinya:

1. Tidak Jelas Maunya Apa Atau Tidak Jelas Antara“Ya” atau “Tidak”

Suami :“Ummi, mau diantar?”(Ya = diantar, Tidak = tidak diantar)

Istri :”Nggak usah, aku naik angkot saja!” (dalam hati : tega benarya, nggak mau antar istri)

Tak perlu gengsi dan jangan emosi, lebih baik jelas katakana ya atau tidak. Ungkapkan keinginan dengan jujur dan terbuka agar pasangan tahu kemauan kita.

2. Sudah Menjadi Pasangan Suami Istri Harus Bisa Mengerti

Menjadi suami istri tidak langsung akan saling mengerti tanpa dikomunikasin. Menikah itu terdiri dari dua orang yang berbeda dalam segala hal berbeda latar belakang keluarga, budaya, pendidikan, dan lain-lain.

Yang tentu akan memengaruhi watak atau kebiasaan sehari-hari. Misalnya, seorang suami yang bersuku Batak akan cenderung berucap lugas dan terbuka.

Sementara istrinya yang Jawa terbiasa menyimpan maksud dalam bungkusan kata. Tentu, akan sudah untuk mendapatkan pengertian dari keduanya.

Alangkah baiknya bila komunikasi didasarkan pada kejelasan ucapan, bukan hanya tersimpan dalam pikiran, bukan pula pakai sandi atau kode gerakan. Agar pasangan mengerti apa yang dimaksudkan.

3. Malu Bertanya, Galau Pikiran!

Jangan berprasangka buruk, kalau pun menemukan hal yang mencurigakan lebih baik tanyakan baik-baik jangan berasumsi yang tidak-tidak karena belum tentu benar.

Semestinya jika memang ada yang mengganggu pikiran kita, tanyakan saja! Bertanya baik-baik tentu akan membuat komunikasi pasangan suami istri berjalan dengan baik sehingga tidak akan sedih dan merasa galau sendirian.

4. Gelagatmu Bisa Beribu Makna Bagiku

Istri ngambek karena suami lupa janji untuk membeli martabak kesukaannya sepulang kerja. Alih-alih menanyakan kenapa tidak membelinya, istri malah cemberut dengan bibir mengerucut.

Suami yang lupa (karena factor usia atau kesibukan kerja) merasa biasa-biasa saja dengan wajah tanpa dosa. Istri berharap suami minta maaf padanya. Suami tak tahu salahnya apa. Lebih baik bilang saja, dari pada suami bingung mengartikan gelagat istri yang sedang berbahasa isyarat.

Jadi, tak perlu pakai kode-kodean, isyarat atau gerakan untuk menyampaikan ke inginan. Cukup katakan! Ingat, keterbukaan berkomunikasi perlu dilakukan karena pasangan kita bukanlah ahli membaca pikiran. [ummi-online.com]

loading...
loading...

Tags: #Gagal Komunikasi #Menjaga Komunikasi #Pentingnya Komunikasi