Yang Menghambat Sakaratul Maut dan Cara Mengatasinya

2215 views

Sakaratul maut atau detik-detik menuju kematian adalah kesempatan terakhir bagi setan untuk membuat manusia tersesat sehingga ada banyak cobaan sakaratul maut.

Namun ada juga cara mentatasinya agar tidak terjerumus pada godaan setan. Sebab setan akanmeakukan segala cara akan ditempuh untuk membuat manusia tersesat.

Imam Ibrahim bin Muhammad dalam kitabnya membahas upaya setan untuk menyesatkan orang mukmin ketika detik-detik terakhir sakarul maut. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sesungguhnya orang yang mulia dari kaum laki-laki dan wanita kebingungan dalam menghadapi kematian dan diuji. Sesungguhnya setan paling dekat dengan manusia pada saat kematian. Sedangkan melihat malaikat maut lebih berat daripada 1000 kali tebasan pedang.” (HR. Abu Nu’aim)

Abdullah bin Ahmad membagikan pengalaman ayahnya Imam Hambali ketika sakaratul maut ia hadri menemani ayahnya. Ia membawa kain untuk mengikat jenggotnya dalam keadan beliau tidak sadar.

Setelah belia sadar kemudian beliau berkata belum-belum dan hal itu diucapkan berkali-kali. Ia pun bertaya kepada ayahnya apa yang ia lihat dan beliau menjawab bahwa,

Loading...

“Setan berdiri didepanku sambil menggigit jarinya Seraya mengatakan aku gagal menggodamu wahai Ahmad, saya katakan belum sebelum saya benar-benar meninggal.” (Abu Hasan al-Qabisi dalam risalah Ibnu Abi Zaid meriwayatkan)

Ketika seseorang sedang menghadapisakaratul maut maka da dua setan yang akan menggodanya. Satu dari atas kepalanya dan salah satunya natara sebelah kiri dan sebelah kananya.

Ada yang sebelah kanan yang menyerupai bapaknya lalu berkata: wahai anakku saya mencintai dan menyayangimu, jika kamu mati, maka matilah dengan memabwa agama nasrani, sebab ialah sebaik-baiknya agama.

Bisa jadi dari sebelah kiri berupa ibunya dan berkata: wahai anakku ruku dahulu adalah tempat hidupmu dan iar susuku sebagai minuman.

Dengan pengakuanku sebagai tempat tidurmu maka aku meminta engaku meninggal dengan membawa agama yahudi, sebab ia adalah sebaik-baiknya agama.

Menurut Imam Al Ghazali pada saat itu Allahmemang menggelincirkan orang yang ingin tergelincri. Demikian inilah yang dimaksud dengan firman Allah:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami …” (QS. Ali Imran : 8).

Maksudnya adalah Allah akan menconodngkan pada kesesatan ketika ajal menjemput setelah Engaku memberi petenjuk kepada kamu.

Akan tetapi jika Allah menghendaki hidayah dan juga keteguhan pada hamba-Nya maka datanglah rahmat Allah dna malaikat jibril untuk mengusir setan yang menggoda serta berkata pada orang yang beriman.

Wahai orang mukmin bahwa dialah adalah musuh-musuhmu dari kalangan setan. Maka meninggallah kamu dalam keadaan membawa agam yang sesuai denga syariat Nabi Muhammad.

Sebab tak ada sesuatu yang paling diicntai orang yang beriman kecuali malaikat itu. dan itulah yang dimaksud dengan Firman Allah:

وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

“… dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi” (QS. Ali Imran : 8).

Maka berawsiat kepada orang yang mendengar juga kepada diri sendiri bahwa jangan goyah serta teguhlah penderiian ketika menghadapi kematian.

Tak ada daya dan upaya kecuali atas izin Allah sebab godaan serta bisikan kematian banyak subhatnya, tentu merasa kasihan terhadap orang yang sakit semoga tidak tenggelam dalam sakaratul maut hingga tak sadarkan diri.

Saya berlindung kepada Allah dari kematian serta dalam keadan sadar diri dan teguh pada godaan serta gangguan setan yang meneysatkan. Begitu banyak bayangan dan godaan sakaratul maut pada detik-detik kematian.

Rasulullah SAW Mengajarkan doa kepada ummatnya:

“Ya Allah sungguh aku berlindung kepadamu dari pikun terjatuh dari ketinggian keruntuhan bangunan, kedukaan, kebakaran dan tenggelam. Aku berlindung kepada-Mu dari penyesatan setan saat kematian. Terbunuh dalam kondisi murtad dan aku berlindung kepadamu dari mati karena tersengat binatang berbisa.” (HR. Nasa’i dan Abu Dawud)

Artinya adalah berlindung dari kesesatan setan ketika mendatangi kematian adalah dikuasai oleh-Nya. Ketika pergi dari dunia sehingga setan berhasil menyesatkan, menghalangi taubat, menghambat memperbaiki diri serta meninggalkan kesan iman yang telah dibuat sebelumnya.

Serta putus asa dari rahmat allah, sangat membenci kematian dan sangat berat meninggalkan dunia. Tidak rihdo dengan ketentuan Allah juga akhirnya ia mengakhiri hidupnya dengan keburukan dan bertemu Allah dalam keadaan murka.

Setiap makhluk akan merasakan yang namanya sakaratul maut, namun kita tdiak pernah tahu dan tak ada yang bisa memprediksi kematian seseorang. Allah berfirman:

“Seorang tidak akan bisa menangguhkan kematian sekalipun hanya satu detik saja, karena kematian itu pasti tapi misterius sebabnya.”

Maka cara menghdapi kematian adalah dengan cara menciptakan kondisi seandainya kita mati, maka kita mati dalam keadan dekat dengan Allah SWT.

Cara Menghindari Godaan Saat Sakaratul Maut

  1. Selalu istigfar dan selalu mengingat Allah SWT
  2. Membaca doa keselamatan dari pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir
  3. Banyak membaca doa perlindungan kepada Allah SWT

Sebagai orang mukmin jangan merasa takut untuk menghadapi sakataul maut. Meski kita mengakui ada kesulitan didalamnya jika kita selalu megingat sakaratul maut namun dianjurkan jangan takut untuk menghadapinya.

Hal ini bertujuan agar kita selalu semangat dalam mengerjakan amal-amal kebaikan. Kita perlu membangun kesadaran bahwa sakaratul maut merupakan perunjuk menuju kebadian.

Sebab bagi orang mukmin sakaratul maut adalah jalan yang mneyenangkan karena akan bertemu dengan Tuhannya.

Intinya adalah kematian itu adalah sesuatu yang pasti, takperu takut menghadapi sakaratul maut sebab kita akan bertmu dengan sang pencipta.

Demikianlah penjelasan tentang sakaratul maut dan cara menghapinya, semoga bermanfaat untuk kita semua. [hafiziazmi.com]

Tags: #Godaan Setan #Menghadapi Godaan #Sakaratul Maut